Menata wilayah daerah padat penduduk tidak semudah membalikkan tangan. Apalagi seperti wilayah Kelurahan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara yang tergolong padat penduduknya. Akan tetapi berkat keseriusan dan kontinuitas kegiatan PKK wilayah ini berhasil menghijaukan lingkungan melalui program Hatinya PKK.
"Hatinya" artinya halaman teduh indah dan nyaman. Untuk mewujudkan lingkungan hijau, setiap keluarga memili tanggung jawab di ring pertama yaitu halaman rumah masing-masing keluarga. Tidak ada alasan tidak menanam. Bagi warga yang rumahnya tidak ada halaman tetap bisa menanam di pot, bahkan bisa digantung, bisa juga menggunakan paralon atau kemasan air mineral," kata Ketua Tim PKK Tugu Selatan,
Koja, Jakut Hj Raliah Rispar kepada Pelita, Sabtu (26/2) didampingi sejumlah pengurusnya.
Komitmen dan partisipasi masyarakat di Kelurahan Tugu Selatan ini membuahkan hasil menjadi juara I tingkat Provinsi DKI Jakarta dalam penilaian lingkungan bersih sehat dan akan mewakili DKI Jakarta dalam penilaian tingkat nasional
Penghijauan di halaman rumah seperti yang sudah diterapkan di Kelurahan Koja beberapa tahun lalu, kini di Jawa Timur pun melakukan hal serupa dengan program rumah hijau dengan gerakan 80ribu rumah yang dihijaukan.
Di Kelurahan Tugu Selatan, Program Hatinya PKK yang menjadi tanggung jawab Kelompok Kerja (Pokja) III ini secara bertahap menata lingkungannya, Bahkan lahan kosong yang semula menjadi tempat
pembuangan sampah kini disulap menjadi kebun buah dan sayuran. Lahan tersebut milik warga tetapi belum dimanfaatkan pemiliknya.
Lahan di RW 02 itu kini menjadi produktif dan dikelola oleh Koperasi Wanita Petani RW 02. Hasilnya seperti cabe, terong, kacang panjang, dan bayam dan sebagian hasilnya masuk dalam kas koperasi wanita petani di wilayah itu.
Selain menghijaukan halaman rumah dan mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif, kelompok wanita juga ikut membuat kompos. Kompost-ing ini menggunakan bahan baku dari sampah rumah tangga. "Sampah rumah tangga sudah mulai dipisah antara sampah kerin dan basah. Yang basah diolah menjadi kompos dan kompos sudah dipasarkan kepada warga setempat dan sudah -mulai ada pesanan dari kelurahan lain," kata Raliah
Raliah mengatakan, keberhasilan menjalankan 10 program PKK di wilayahnya adalah karena kerja keras para kader dalam menggerakkan masyarakat dan kesadaran seluruh waga untuk berpartisipasi membagun wilayahnya. "Tanpa partisipasi masyarakat apa pun programnya pasti sulit mencapai kesuksesan. Jika lingkungan hijau be-sih kita juga merasa nyaman. Kami anggota PKK meskipun tidak punya gaji, tetapi terus bersemangat mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan ini, meskipun kecil tetapi yang penting bermanfaat untuk kesejahteraan keluarga," kata Raliah. (dew)


0 komentar:
Posting Komentar